CLARA atawa Wanita yang Diperkosa
oleh Seno Gumira Ajidarma
Barangkali aku seorang anjing. Barangkali aku seorang babi*) – tapi aku
memakai seragam. Kau tidak akan pernah tahu siapa diriku sebenarnya.
Di
hadapanku duduk wanita itu. Rambutnya dicat merah. Coklat sebetulnya.
Tapi orang-orang menyebutnya merah. Padahal merah punya arti lain
bagiku. Sudah bertahun-tahun aku dicekoki pikiran bahwa orang-orang
merah adalah orang-orang yang berbahaya.
Jadi,
aku tidak perlu percaya kepada wanita ini, yang rambutnya sengaja dicat
merah. Barangkali isi kepalanya juga merah. Barangkali hatinya juga
merah. Siapa tahu? Aku tidak perlu percaya kepada kata- kata wanita ini,
meski ceritanya sendiri dengan jujur kuakui lumayan mengharukan.
Dia
bercerita dengan bahasa yang tidak mungkin dimengerti. Bukan karena
bahasa Indonesianya kurang bagus, karena bahasa itu sangat dikuasainya,
tapi karena apa yang