Sabtu, 02 Februari 2013

Guru Bakeri Wafat



BANUA BERDUKA - Suasana di rumah duka di Komplek Lutfia yang dipenuhi jemaah.
INNALILLAHI WA INNA ILAIHI RAAJIUN, urang banua kehilangan lagi seorang ulama kharismatik yang memiliki jamaah hingga ke Kalimantan Tengah dan Timur. KH Ahmad Bakeri atau biasa dipanggil Guru Bakeri, pendiri Ponpes Al Mursyidul Amin Gambut, meninggal dunia pada Jumat (1/2) tadi malam.  Beliau meninggal dunia sekira pukul 21.45 di ruang ICU lantai 3.
“Beliau kembali dirawat pada Kamis tadi, masuk ruang aster.  Karena kondisi beliau drop, kembali masuk ICU,” ujar M Yusuf, Humas RSUD Ulin Banjarmasin. Segera setelah itu, jenazah Guru Bakeri dibawa
pulang ke rumah beliau di Gambut.  Pukul 22.08 jenazah diturunkan dari lantai 3 menuju ambulan yang sudah disiapkan.
Sementara itu, sejak terdengarnya kabar wafatnya Guru Bakeri, ribuan jamaah segera berdatangan memenuhi Komplek Lutfia, Gambut, Kabupaten Banjar.  Tahlilan pun digelar di rumah KH Ahmad Bakrie, Jumat (1/2) malam. Prosesi tahlilan sendiri dipimpin langsung oleh Guru Sofyan.  Jenazah tiba di rumah sekitar pukul 23.00 Wita.
Menurut putera tertua beliau, HM Rasyid Ridha, rencananya jenazah akan dimakamkan setelah Salat Ashar di Pondok Pesantren Al Mursyidul Amin. Untuk pelaksanaan Fardu Kifayah sendiri akan dimulai pada pukul 08.00 Wita. Namun saat berita ini diturunkan pukul 00.45, jenazah sedang dimandikan.
Lebih lanjut Rasyid mengatakan, kondisi ayahnya kembali menurun pada Kamis (31/1), saat itu badan beliau panas. Pukul 17.00 sore, beliau dibawa ke rumah sakit dan langsung masuk ke ruang Aster.  Beberapa jam kemudian, kondisi semakin turun, trombosit dan likosit beliau turun drastis.  Sehingga akhirnya dibawa ke ruang ICU.
“Saat abah dibawa ke RS, saya masih di Pelaihari mengisi ceramah.  Namun setelah dirawat, semua keluarga sudah berkumpul, hingga beliau menghembuskan nafas terakhir,” ujarnya. Lebih lanjut Rasyid meminta halal dan ridho untuk ayahnya kepada seluruh jamaah beliau.
“Kami juga mohon doa agar beliau dilapangkan dan diterima seluruh amal ibadah beliau,” ujar Rasyid, putera pertama Guru Bakeri dari lima bersaudara, empat laki-laki dan seorang perempuan. Salah seorang jamaah, Ahmad dari Gambut mengaku kaget ketika mengetahui Guru Bakrie meninggal dunia.
"Kaget juga, tadi dapat kabar dari teman. Saya langsung ke sini. Semoga amal ibadah beliau diterima Allah Swt," ujarnya. Sementara itu, Sultan Banjar H Khairul Saleh merasa turut berduka dan kehilangan dengan meninggalnya almarhum.
“Beliau salah seorang ulama Kalsel yang hidupnya hanya untuk belajar dan mengajar dan Kita memberikan penghargaan yg luar biasa kepada almarhum karena mampu mandiri dengan ponpesnya,” ujarnya.
Sekadar mengingatkan, sebelumnya Guru Bakeri memang sempat di rawat intensif selama dua minggu di ruang ICU sejak 4 Januari lalu karena sakit jantung dan penyakit kanker kelenjar getah bening (limfoma) stadium empat yang diderita beliau setahun terakhir.
Namun kemudian, kondisi beliau sempat membaik, bahkan diperbolehkan pulang oleh tim dokter, sambil menunggu hasil laboratorium untuk tindakan medis selanjutnya. Karena Guru Bakeri masih harus menjalani kemoterapi.  Dimana, selama ini Guru Bakeri sudah menjalani sembilan kali kemoterapi. (shn/mrn/bin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Twitter Update

Translate

EnglishFrenchGermanSpainItalianDutch

RussianPortugueseJapaneseKoreanArabic Chinese Simplified

Cari Blog Ini